#EduKefir #Seri9
Sering jengkel karena sulit BAB? Apalagi kalau si kecil yang sedang mengalami sembelit, tidak tega mendengar keluhannya.
Selain konsumsi gluten, gorengan, kafein, dan daging merah berlebihan.
Susu dan produk olahan susu menjadi penyebab umum sembelit, setidaknya bagi sebagian orang.
Kemungkinan besar, orang yang mengalami sembelit memiliki intoleransi terhadap laktosa dan kepekaan terhadap protein dalam susu.
Apakah Kefir Membantu Meringankan Sembelit?
Sebuah studi dari Turki memberi 20 orang (10 dengan sembelit dan 10 dengan BAB normal) kefir dua kali sehari selama 4 minggu.
50% dengan konstipasi melaporkan memiliki feses yang normal setelah percobaan 4 minggu.
Namun secara keseluruhan, kefir membantu meningkatkan frekuensi dan konsistensi feses dan mereka merasa lebih puas.
Menariknya, untuk 10 orang yang tidak mengalami konstipasi tidak mengubah konsistensi fesesnya.
Salam Sehat Kefir
Sumber:
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3571647/
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25599776/
📢 Channel Telegram:
http://t.me/EduKefir
http://t.me/EduKefir
http://t.me/EduKefir
Sebuah studi dari Turki memberi 20 orang (10 dengan sembelit dan 10 dengan BAB normal) kefir dua kali sehari selama 4 minggu.
50% dengan konstipasi melaporkan memiliki feses yang normal setelah percobaan 4 minggu.
Namun secara keseluruhan, kefir membantu meningkatkan frekuensi dan konsistensi feses dan mereka merasa lebih puas.
Menariknya, untuk 10 orang yang tidak mengalami konstipasi tidak mengubah konsistensi fesesnya.
Jadi meskipun kefir dapat bertindak sebagai pencahar ringan, itu tidak menyebabkan diare atau feses yang lebih lunak bagi orang yang memiliki buang air besar yang normal.
Yuk, lebih sehat dengan kefir 🥛Salam Sehat Kefir
Sumber:
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3571647/
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25599776/
📢 Channel Telegram:
http://t.me/EduKefir
http://t.me/EduKefir
http://t.me/EduKefir

0 Komentar